Home » Jurnal Adil » Tinjauan Yuridis UU No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek : Sisi Lain Kelemahan Sistem first to file dalam Perlindungan Hukum atas Merek Sebagai Bagian dari Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI)

Tinjauan Yuridis UU No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek : Sisi Lain Kelemahan Sistem first to file dalam Perlindungan Hukum atas Merek Sebagai Bagian dari Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI)

ADIL:  Jurnal Hukum Vol. 3 No. 1

 Oksidelfa Yanto

Fakultas Hukum Universitas Pamulang, Tangerang – Banten

 Kata Kunci : Merek, first to file, Hak Kekayaan Intelektual

 

 

Keywords : brand, first to file, intellectual property rights

 

Abstract

If William Shakespeare were still alive, he would consider taking his quote “What’s in a name?” back. In this modern era, on the other hand, names have great significance. A name is not only parents’ prayers but also their hope. One is named after Budiman—virtuous—simply because the parents expect him to grow as a virtuous person. Similarly, one who is named Sholeh is expected to be pious, religious, or spiritual.  

In business settings, a name plays a significant role in the success of a business. For entrepreneurs, a name is a brand which is unquestionably a trademark of their products or services. Therefore, a name or brand is of great value for it is the name which identifies a particular product, along with its image, qualities and benefits. Such identification or distinction—as stipulated in Article 1 Paragraph 1 of Law No.15/2001 on Trademark—may refer to signs, pictures, colors, numbers, words, or combination of said elements.

In practice, business people make use of trademarks to build brand loyalty. Some others, however, regrettably manipulate such loyalty by piggybacking, that is, by using registered or famous brands for their own advantage. Such a practice in fact violates the standard procedure of acquiring a brand for trademark of products or services.

 

Abstrak

Andai kata William Shakespeare masih hidup, dia akan menarik kembali pernyataannya yang berbunyi “apalah arti sebuah nama”, karena saat ini nama bagi seseorang sangatlah penting. Nama adalah doa, nama adalah sebuah harapan. Seseorang yang bernama Budiman tentunya diharapkan menjadi anak yang berbudi luhur oleh kedua orang tuanya. Begitu juga dengan Soleh, yang diharapkan kelak menjadi orang yang soleh.

Di dunia bisnis dan perdagangan, nama juga berpengaruh untuk kemajuan suatu usaha. Nama pengusaha adalah merek, bisa dijadikan merek dagang atau merek jasa. Sesungguhnya, bagi pengusaha, merek bukanlah sekedar nama tanpa arti, tapi merek adalah produk bernilai tinggi. Karena suatu merek dapat menghasilkan keuntungan yang berbeda dibandingkan dengan merek lain. Ciri khas perusahaan, misalnya melaui simbol, gambar, warna, angka, kata-kata atau kombinasi dari seluruh elemen tersebut seperti tercantum dalam pasal 1, ayat 1, UU no. 15 tahun 2001 tentang Merek.

Meskipun pada prakteknya cara ini kerap digunakan dalam membangun suatu merek yang melekat pada konsumen walaupun tidak sehat, yaitu dengan cara “menumpang” nama pada suatu merek yang sudah terdaftar atau terkenal di pasaran. Cara seperti ini melanggar prosedur akuisisi suatu merek demi tujuan perdagangan dan jasa.

Tags: