Home » Jurnal Adil » STUDI KOMPARASI METODOLOGI PENETAPAN HUKUM ISLAM LEMBAGA – LEMBAGA FATWA DI INDONESIA

STUDI KOMPARASI METODOLOGI PENETAPAN HUKUM ISLAM LEMBAGA – LEMBAGA FATWA DI INDONESIA

ADIL:  Jurnal Hukum Vol. 3 No. 1

 

ZUHRONI

BAGIAN AGAMA UNIVERSITAS YARSI

 

Keywords : Fatwa (juristic ruling by fukaha), Ijtihad jama’i (collective ijtihads), Istinbahth al-hukm (Law establishment)

 

Abstract

This study is to see how Indonesian Ulemas, particularly those involved in authorized fatwa issuer institutions in Indonesia, respond to contemporary issues. The main object of this study is methodologies of establishing Islamic laws among national fatwa authorities in Indonesia. In Indonesia, there are four fatwa issuer institutions—Lajnah Bahtsul Masail Diniyyah NU, Majlis Tarjih Muhammadiyah, Komisi Fatwa MUI, and Dewan Hisbah PERSIS—actively responding to contemporary issues. A literature study suggests that Indonesian ulemas pay significant attention to issues related to science and technology. When formulating a fatwa, they apply three methods: referring to fikih books (Islamic jurisprudential sources), commonly done by Bahtsul Masail; Majlis Tarjih and Dewan Hisbah, commonly done by mujtahids, especially when facing deadlock after having deduced Qur’anic verses and alhadith; and flexible method, usually academically formulated, commonly done by MUI.

Abstrak
Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Ulama Indonesia, khusus yang tergabung dalam lembaga – lembaga fatwa yang ada di Indonesia, merespon isu – isu kontempoter. Obyek utama studi adalah metodologi penetapan hukum Islam dari organisasi keulamaan di Indonesia yang bersifat nasional di level pusat. Di Indonesia terdapat empat lembaga fatwa yang aktif merespon isu-isu kontemporer, yaitu Lajnah Bahtsul Masail Diniyyah NU, Majlis Tarjih Muhammadiyah, Komisi Fatwa MUI,  dan Dewan Hisbah PERSIS. Dari hasil kajian literatur, menunjukkan bahwa berbagai hal yang terkait dengan perkembangan IPTEK mendapatkan perhatian cukup besar dari ulama Indonesia. Dalam menetapkan hukum, terdapat tiga tipologi metode. Pertama, menentukannya berdasarkan kitab – kitab fikih, dilakukan oleh Bahtsul Masail. Tipe kedua, Majlis Tarjih dan Dewan Hisbah, pada kasus yang tidak dapat diselesaikan dengan Alquran dan Sunnah, penyelesaiannya tidak ada pilihan lain maka menggunakan metode yang disusun para mujtahidin. Tipe ketiga, bersifat fleksibel, dapat menggunakan metode yang ada sebagaimana dirumuskan secara akademis, dilakukan oleh MUI.

 

Tags: